KALASAN – SMP Kanisius Kalasan terus berkomitmen mewujudkan tagline "Karakter Hebat, Prestasi Dapat" melalui aksi nyata peduli lingkungan. Pada kegiatan yang berlangsung baru-baru ini, para murid kelas 7 dan 8 melaksanakan panen ekoenzim serta pelatihan pembuatan sabun cuci ramah lingkungan di area sekolah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pendalaman nilai-nilai Laudato Si’ (merawat bumi) yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama Sr. Agnes dan Sr. Meta, FCJ.
Belajar Sabar dan Tekun
Dalam kegiatan panen Ekoenzim, para murid belajar menyaring cairan hasil fermentasi sisa kulit buah yang telah mereka persiapkan selama beberapa bulan terakhir. Proses penyaringan dilakukan dengan penuh ketelitian, di mana anak-anak memisahkan cairan enzim dari ampas organik untuk kemudian dikemas ke dalam botol. Melalui proses ini, para murid belajar bahwa hasil yang bermanfaat memerlukan kesabaran dan ketekunan.
Aksi Nyata untuk Lingkungan Sekolah
Tidak hanya memanen, anak-anak juga langsung mempraktikkan manfaat ekoenzim tersebut untuk menyiram tanaman di sekitar sekolah. Penggunaan pupuk organik cair ini diharapkan dapat menjaga kesuburan tanah sekolah secara alami tanpa bahan kimia, sekaligus menjadi laboratorium hidup bagi pembelajaran IPA.
Pembekalan Keterampilan Mandiri (Life Skill)
Sebagai nilai tambah, para murid juga diberikan workshop pembuatan sabun cair cuci baju. Dibawah bimbingan para Suster FCJ, mereka diajari tahapan teknis pembuatan sabun yang ramah lingkungan. Menariknya, produk sabun hasil karya anak-anak ini diperbolehkan untuk dibawa pulang agar dapat dipraktikkan langsung di lingkungan keluarga masing-masing.
Menuju Sekolah Berkarakter Lingkungan
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan cinta lingkungan sejak dini. Kami ingin para murid tidak hanya pandai secara teori, tapi juga memiliki karakter yang peduli pada kelestarian ciptaan. Semoga ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus membawa perubahan positif di rumah maupun di masyarakat.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, SMP Kanisius Kalasan membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan berdampak nyata bagi dunia.