KALASAN – Suasana di selasar kelas dan area pinggir lapangan SMP Kanisius Kalasan tampak berbeda dari biasanya pada hari pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Prakarya bagi siswa kelas 9 baru-baru ini. Selasar yang biasanya sepi kini disulap menjadi "dapur terbuka" yang dipenuhi kesibukan, tawa ceria, dan aroma masakan yang menggugah selera.
Ujian praktik kali ini menantang seluruh siswa kelas 9 untuk bekerja secara berkelompok. Setiap kelompok diwajibkan untuk mengolah satu menu makanan utama berbasis nasi goreng dan meracik satu jenis minuman segar. Menariknya, keterbatasan ruang praktik tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat terbaik mereka. Justru dari selasar inilah, lahir berbagai inovasi kuliner yang luar biasa.
Salah satu kejutan terbesar datang dari kelompok yang dengan berani menyajikan menu yang cukup unik dan asing: Nasi Goreng Matcha. Alih-alih memilih variasi nasi goreng yang sudah umum dijual di pasaran, mereka dengan percaya diri memadukan gurihnya bumbu tradisional dengan keunikan aroma teh hijau. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru ini menjadi bukti nyata dari karakter kreatif dan kritis yang terus ditanamkan pada diri siswa-siswi Kanisian.
Selaku guru pendamping saat ujian praktik Prakarya, Ibu Heffi Widyaningrum, S.Pd.Si., mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh anak-anak kelas 9.
"Penilaian dalam ujian praktik ini sama sekali tidak terbatas pada rasa masakan atau teknik penyajian yang estetik saja. Poin yang jauh lebih penting adalah bagaimana mereka berkolaborasi dalam kelompok, berbagi peran dengan adil, dan menunjukkan toleransi yang tinggi terhadap lingkungan sekitar," ujar Ibu Heffi.
Proses memasak di area terbuka ini memang menuntut kedewasaan emosional siswa. Selama ujian berlangsung, para koki cilik kelas 9 harus berbagi ruang dengan keriuhan aktivitas siswa lain yang sedang melakukan jam olahraga di lapangan. Di saat yang sama, mereka juga harus menjaga ketertiban agar tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu konsentrasi adik-adik kelas 7 dan 8 yang sedang serius belajar di dalam ruang kelas. Pengondisian lingkungan dan kemampuan adaptasi inilah yang menjadi laboratorium karakter yang sesungguhnya.
Selain kerja sama tim, aspek kebersihan tempat memasak pasca-kegiatan juga menjadi komponen penilaian yang krusial. Setelah seluruh hidangan selesai dinilai, dengan penuh tanggung jawab anak-anak bergotong royong membersihkan kembali selasar sekolah hingga rapi seperti sediakala.
Melalui kegiatan yang penuh kegembiraan ini, siswa-siswi kelas 9 telah membuktikan kebenaran dari tagline sekolah kita: "Karakter Hebat, Prestasi Dapat". Keterbatasan fasilitas fisik terbukti tidak pernah mampu membatasi luasnya imajinasi dan semangat belajar anak-anak. Semoga pengalaman berharga ini dapat melatih resiliensi dan kemandirian mereka untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Selamat atas suksesnya ujian praktik kelas 9! Teruslah berinovasi dan jadilah generasi kebanggaan keluarga serta sekolah.