Di tengah kesibukan dan aktivitas sekolah sehari-hari, ternyata masih banyak tindakan sederhana yang memiliki makna luar biasa. Hal itu dibuktikan oleh siswa-siswi kelas VIII A SMP Kanisius Kalasan melalui aksi nyata terhadap kepedulian.
Semua bermula ketika datang kabar duka dari keluarga salah satu karyawan SMP Kanisius Kalasan. Di tengah suasana yang menyedihkan tersebut, seorang siswi kelas VIII A mengusulkan sebuah ide yang penuh ketulusan, yaitu mengumpulkan bantuan sembako untuk diberikan kepada keluarga yang sedang berduka.
Melalui pesan yang ia sampaikan kepada teman-temannya, ia mengajak seluruh siswa VIII A untuk ikut ambil bagian. Ia bahkan memberikan dua pilihan, yaitu patungan uang sebesar lima ribu rupiah per anak atau membawa barang kebutuhan pokok secara langsung seperti minyak goreng, gula, beras, dan lain sebagainya.
Ajakan yang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa inilah saatnya siswa-siswi Kanisius menunjukkan aksi nyata sebagai pribadi yang berkarakter, bukan sekadar "slogan" semata.
Tanpa disangka, ajakan tersebut mendapatkan respons yang sangat baik. Seluruh siswa VIII A sepakat untuk ikut membantu dengan ikhlas. Hari demi hari, berbagai barang sembako mulai terkumpul. Tidak hanya bahan makanan pokok seperti beras dan minyak, tetapi juga camilan serta kebutuhan lainnya. Jumlah bantuan yang terkumpul bahkan sangat banyak hingga harus dimasukkan ke dalam dua kardus besar dan satu tas tambahan untuk membawanya.
Pada hari Rabu, 13 Mei 2026, beberapa perwakilan siswa VIII A berangkat untuk mengantarkan bantuan tersebut. Rumah keluarga karyawan itu sebenarnya cukup dekat dari sekolah, namun perjalanannya tidak semudah yang dibayangkan.
Di samping sekolah sedang berlangsung proyek pembangunan jalan tol, meskipun para siswa sudah meminta izin kepada para pekerja proyek untuk melewati area tersebut, mereka tetap tidak diperbolehkan melintas.
Akhirnya, mereka harus mengambil jalan memutar melalui jalan raya yang membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan melelahkan. Di bawah teriknya matahari, dengan barang bawaan yang berat, mereka tetap melanjutkan perjalanan tanpa mengeluh. Mereka saling bergantian membawa kardus dan tas, saling membantu satu sama lain sepanjang perjalanan.
Meski lelah, suasana kebersamaan sangat terasa. Ada pula yang bercanda untuk mencairkan suasana. Bahkan hembusan angin dari kendaraan yang melintas di jalan raya menjadi penyemangat kecil di tengah perjalanan panjang mereka.
Sesampainya di rumah tujuan, para siswa akhirnya menyerahkan bantuan sembako tersebut. Rasa lega dan bahagia langsung terasa ketika bantuan itu diterima dengan penuh senyuman oleh keluarga yang sedang berduka. Para siswa kemudian bersalaman, menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa, lalu pamit kembali pulang.
Momen itu menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi siswa-siswi VIII A. Mereka tidak menyangka bahwa niat sederhana untuk membantu sesama dapat benar-benar terwujud menjadi tindakan nyata yang begitu dalam artinya. Dari perjalanan itu, mereka belajar bahwa kepedulian, kerja sama, dan ketulusan adalah hal kecil yang mampu memberikan dampak besar bagi orang lain.
Akhir kata, terima kasih kepada seluruh teman-teman VIII A yang sudah ikut membantu dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini hingga bantuan dapat tersampaikan dengan baik. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa hal kecil yang dilakukan bersama-sama ternyata bisa membawa arti yang sangat besar bagi orang lain. Kami bangga bisa menjadi bagian dari VIII A SMP Kanisius Kalasan.